Berikut versi berita yang lebih panjang, lebih mengalir, dan dengan gaya penulisan yang berbeda: BAZNAS Kota Yogyakarta Gelar Sosialisasi Penyembelihan Hewan Kurban untuk Tingkatkan Kualitas Pelaksanaan Ibadah Kurban Yogyakarta – Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 M, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Yogyakarta mengadakan kegiatan Sosialisasi Penyembelihan Hewan Kurban pada Rabu (13/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lantai Dasar Masjid Pangeran Diponegoro, Kompleks Balai Kota Yogyakarta tersebut diikuti oleh perwakilan panitia kurban dari berbagai masjid dan mushola di wilayah Kota Yogyakarta. Sosialisasi ini diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya panitia pelaksana kurban, mengenai tata cara penyembelihan hewan kurban yang sesuai dengan syariat Islam, memenuhi standar kesehatan hewan, serta memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan pangan. Kegiatan dibuka dengan pemaparan materi dari narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu perwakilan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta serta Ketua Juru Sembelih Halal (JULEHA) DIY, H. M. Antok Listianto, S.E. Kedua narasumber memberikan penjelasan secara komprehensif mengenai berbagai tahapan pelaksanaan kurban, mulai dari pemilihan hewan yang memenuhi syarat, pemeriksaan kesehatan hewan sebelum penyembelihan, hingga proses distribusi daging kurban kepada masyarakat. Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman tentang pentingnya memastikan kondisi hewan kurban dalam keadaan sehat dan layak disembelih. Pemeriksaan kesehatan hewan menjadi salah satu langkah penting guna mencegah penyebaran penyakit serta menjamin kualitas daging yang akan dikonsumsi masyarakat. Selain itu, narasumber juga menjelaskan tata cara penyembelihan hewan kurban yang sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Proses penyembelihan yang dilakukan dengan benar tidak hanya menjadi bagian dari kesempurnaan ibadah, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas hasil daging yang diperoleh. Oleh karena itu, panitia kurban diharapkan mampu menerapkan prosedur yang tepat serta memperhatikan kesejahteraan hewan sebelum proses penyembelihan dilakukan. Pembahasan lainnya yang tidak kalah penting adalah mengenai penanganan daging kurban setelah penyembelihan. Peserta diberikan edukasi mengenai cara pengolahan, penyimpanan, dan pengemasan daging yang higienis agar kualitas daging tetap terjaga hingga diterima oleh para penerima manfaat. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi risiko kontaminasi serta menjaga keamanan pangan bagi masyarakat. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan adanya sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Berbagai pertanyaan terkait pelaksanaan kurban di lingkungan masjid dan mushola dibahas secara mendalam, mulai dari teknis penyembelihan, penanganan limbah kurban, hingga pengelolaan distribusi daging yang lebih efektif dan merata. Pada kesempatan tersebut, peserta juga diingatkan untuk melengkapi laporan penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Pendataan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Yogyakarta dalam memperkuat tata kelola lembaga dan meningkatkan akurasi data yang mendukung berbagai program pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi ini, BAZNAS Kota Yogyakarta berharap seluruh panitia kurban memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menyelenggarakan ibadah kurban. Dengan pemahaman yang memadai mengenai aspek syariat, kesehatan hewan, serta pengelolaan daging yang higienis, pelaksanaan kurban di Kota Yogyakarta diharapkan dapat berjalan dengan tertib, aman, sehat, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. BAZNAS Kota Yogyakarta juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kapasitas masyarakat dalam pelaksanaan ibadah kurban. Melalui kegiatan edukasi seperti ini, diharapkan kualitas penyelenggaraan kurban dari tahun ke tahun semakin baik, sehingga nilai ibadah dan manfaat sosial yang terkandung di dalamnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh lapisan masyarakat. sumber: baznas.go.id